Sabtu, 27 Februari 2016

Prompt #6: Something you want to change about yourself

 
Saat ini listrik sedang mati. Otomatis lampu pun padam dan aku mengetik ditemani nyala lilin. Hihi, syahdu, ya? Setidaknya tidak ada suara tivi yang mengganggu konsentrasi. Baiklah, untuk prompt keenam ini, aku akan menuliskan sesuatu tentang diriku yang mau kuubah. Asumsiku tentu saja, sesuatu yang merupakan sifat jelek, dan tidak baik serta merugikan. Dalam kata lain, breaking such habit.

Ada dua hal yang ingin kuubah. Pertama adalah rasa malas dan kedua rasa suka menunda. Iya, dua itu adalah sifat jelek yang kumiliki (yang ku-reveal to the world, haha). Cuma aku juga terkadang berpikir, bisa jadi keduanya ini mengakar pada satu sifat yang sama. Aku malas dan kemalasan itu membuatku menunda melakukan sesuatu. Make sense, kan? Iya bisa juga ini adalah dua sifat yang sejatinya satu alias sama.

Hmm, meski baru saja melontar kalimat seperti itu, sebagian otakku berpikir ke arah yang berbeda. Bisa saja itu adalah dua sifat yang berbeda. Maksudku, ada banyak hal yang menjadi penyebab kita menunda sesuatu. Misalnya, kita menunda untuk pergi ke sekolah lebih lama dari jam seharusnya karena hari hujan deras dan petir menyambar-nyambar. Kita memang menunda, namun bukan rasa malas lah penyebabnya. Ah, lalu apa alasan dibalik sifat suka menunda yang kumiliki? Tik, tok, jarum jam berdentang dan aku menarik napas. Hmm, jika memang aku menunda karena malas, maka itu akan lebih simple. Hanya satu sifat yang harus kuberantas. Tapi jika bukan itu, ada dua sifat jelek yang harus segera ditangani. Huwwaa… aku pusiing. Aku jadi bingung. (-__-)”

Hmm, sudahlah, sepertinya memerlukan perenungan yang lebih mendalam agar bisa mendapatkan jawaban yang tepat dan benar. Intinya sifat itu menganggu hidupku. Dan aku tipe yang begitu… aku tidak tahu bagaimana mengungkapnya, aku masih saja berenang di kolam yang penuh dengan sifat tidak bagus ini. Aku ingin mengubah kedua hal itu meski sudah jelas itu tidak mudah. Butuh komitmen yang kuat.

Ya, menumbuhkan komitmen itu sama seperti menanam tanaman di tanah yang kering. Mending kalau tanaman itu semacam kaktus atau kurma, kalau rupanya teratai #tepokjidat. Oke aku agak melantur, namun memang itu intinya, komitmen. Dan tidak ada manusia lain yang bisa mengusahakannya kalau aku sendiri hanya diam dan menolak berubah. Komitmen memang terdengar terlalu abstrak. Ada yang bisa membantu, ide atau cara apa yang lebih praktis?

Oke, asumsi pertama memang ke sifat, namun sebenarnya ada satu jawaban lagi yang bisa disasar oleh prompt ini, yaitu secara fisik. Ya, bisa juga kan kita ingin mengubah sesuatu di diri kita. Misalnya ingin mengubah rambut yang bawaan lahirnya keriting menjadi rambut super lurus permanen. Atau contoh lainnya mengubah warna kulit yang putih pucat menjadi lebih kecokelatan. Bisa juga sih ditilik dari sisi fisik. Dan kalau itu ditanyakan kepadaku, perubahan secara fisik, hmm, sepertinya tidak ada. Ada saat malah aku tidak peduli dengan penampilan. Mungkin jika ini ditanyakan saat aku masih sekolah, aku punya beberapa jawaban. Namun syukurlah, sepertinya aku sudah melewati masa-masa itu.

Penampilan itu bisa diusahakan jika ada kemauan (astaga, apakah aku orang yang memiliki kemauan? Kembali teringat kejelekan sifat). Namun yakinlah, cahaya yang keluar dari dalam diri kita biasanya selalu lebih terang, lebih menguntungkan, lebih permanent, lebih orisinil, dan lebih baik. Tidak, tidak, aku tidak menyarankan agar kita mengabaikan penampilan fisik (astaga, apakah aku orang yang tidak pedulian? Kembali teringat kejelekan sifat). Bagaimanapun keduanya (kecantikan di luar dan di dalam diri) adalah karunia Tuhan yang harus kita rawat dan jaga sebagai bentuk terimakasih, wujud syukur kepadaNya.

Yup, sudahlah, aku jadi terhenti. Aku jadi bingung mau menulis apa lagi. Sebaiknya aku mengakhiri postingan ini. Dan selalu begini, bingung sendiri waktu mau menutup postingan, haha. (-__-)”

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Cari di sini