Sabtu, 26 Maret 2016

Prompt #9: A Skill You Want to Learn

Rasanya terlalu sering aku mengawali postingan prompt ini dengan kalimat yang bernada: aku telat nulis prompt ini lagi. Huft! Sudah Maret dan menjelang seperempat tahun, masih saja telat. Belum ada progress-nya. Atau mungkin ada sih, sedikit. Seujung kuku. :D

sumber

Prompt ini sebenarnya telat kutulis dan post bukan karena telat yang disebabkan oleh malas. Ada satu postingan lain yang mengganjal hingga akhirnya tertundalah postingan yang ini. Sudahlah, lebih baik tidak kujelaskan panjang lebar. Syukurlah kali ini lampu telah menyala. Akhir-akhir ini, hampir tiga jam listrik padam per minggunya, what the hell?

Mari kita bicara tentang prompt kesembilan. Bicara tentang skill, aku tipe yang suka membuat kerajinan tangan, atau sekadar membuat rancangan tentang sesuatu. Meski demikian, sepertinya otak kiriku masih lebih kuat daripada kanan. Aku selalu mencari keteraturan dari setiap hal yang kukerjakan dan cenderung tertarik untuk mengorganisir sesuatu. Namun lucunya, aku juga tidak suka menjadi terlalu monoton. Aku menyukai keberagaman. Haha, sudahlah, aku sendiri jadi bingung.

Skill yang ingin kupelajari adalah skill menjahit. Rasanya itu skill yang cukup berguna untuk masa depan. Aku sudah lama ingin mempelajarinya. Sejak sebelum lulus kuliah malah. Itu err… sekitar sejak 3 tahun yang lalu. Ada tempat kursus menjahit dan letaknya tidak jauh-jauh amat dari rumahku. Biayanya sekitar 300 ribuan per bulan. Lamanya tergantung diri sendiri. semakin cepat belajar, semakin cepat kursus selesai. Challenging? Yes.

Awalnya aku mau memakai uang tabungan sendiri untuk biaya kursusnya. Namun ujung-ujungnya malah tertunda karena kemalasan yang bersarang di diri aku ini. Kemalasan yang negative. Lalu ketika sudah punya penghasilan sendiri, eh malah sayang dan mulai lah itu menunda. “Tunggu sebulan lagi karena bulan ini masih banyak yang mau dibeli.” Ketika bulan berikutnya, “ah, bulan depan saja, masih ada tagihan yang harus dibayar.” Dan bla dan blablabla. Intinya aku tidak jadi kursus sampai sekarang. Huwwaa.. :(

Lalu bagaimana dengan saat ini? Aku lagi panceklik. Masih berusaha menata keuanganku. Masih pelan-pelan menarik napas. Huhuhu…seharusnya aku cari jalan keluarnya. Ada sih kepikiran minta sama orang tua. Umm tapi, kapan aku mandirinya kalau begitu. Dan biarlah menunggu beberapa saat lagi. Menunggu ya kali ini, bukan menunda. Ada kalanya semua harus diperhitungkan dulu masak-masak. Ok, whatever. Skip it!

Ya, sudahlah. Mari doakan aku, ya semoga bisa segera ikut kursus jahit. Dan tentunya semoga kursusnya berhasil. Aku bisa jahit baju sendiri. Hihi, seru kayaknya, merancang ini, merancang itu. :D

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Cari di sini