Selasa, 09 Februari 2016

Prompt #4: The last time you celebrate something


Seperti yang pernah kubilang di prompt sebelumnya, aku telat mengawali menuliskan prompt ini. Jadi, aku akhirnya merapel prompt yang seharusnya sudah kutuliskan di Jauari lalu di bulan ini. Jika melihat judulnya prompt keempat ini, aku hanya perlu bercerita tentang kali terakhir aku merayakan sesuatu. Jika berpatokan pada perayaan di bulan Januari, ada satu hal yang kurayakan. Sementara di bulan Februari ini, juga baru satu hal, haha. Umm, so, so, yang mana yang harus kupilih? Atau kuceritakan semuanya? Duh, tick tock, oke, aku putuskan untuk mengacu sesuai jadwal saja. Anggap ini masih akhir Januari. Okay, dan inilah yang kurayakan:


Kaas merupakan buku karangan Willem Elsschot. Sekitar pertengahan 2014 lalu, aku ingin punya dan membaca buku ini. Aku tertarik karena judul serta desain sampulnya yang simple. Aku juga tertarik karena membaca review-nya secara online (maaf, aku lupa siapa blogger penulisnya). Dan satu hal yang tak boleh ketinggalan: di buku ini ada kejunya. You know that I love cheese.

Selain memang sudah dinanti-nanti, kemunculan Kaas pun agak menarik. Ada unsur… ahh, mungkin kalian akan bilang lebay atau gimana, namun ada campur tangan Tuhan di sini. Aku tidak menemukan Kaas sesimpel itu. Ada kisah menarik. Dan silakan klik judul di atas yaa, jika kalian ingin tahu kisah lengkap mengenai pembelian Kaas ini. :D

Intinya, Allah berinteraksi denganku, begitu dekat, dan memang Maha Tahu. Ya, mungkin itulah hal terkhir yang kurayakan. Kata merayakan (versiku) berarti kita bersyukur akan sesuatu dan kemudian disusul dengan melakukan sesuatu sebagai perwujudan atas rasa syukur tersebut. Lalu, bagaimana aku mensyukuri hal tersebut, mensyukuri kejutan itu? Aku sudah selesai membaca Kaas, aku terpukau dengan kisahnya, dan aku telah menuliskan reviewnya. Aku sudah menyebarkan tulisanku tersebut. Aku menjaga serta menyampul Kaas, sama seperti semua buku koleksiku lainnya. Dan aku mengucapkan Alhamdulillah untuk karunia ini. Ya, mungkin itu tidak akan cukup karena nikmat Tuhan tidak pernah tertandingi. Sekali lagi, Alhamdulillah, terimakasih ya Allah.

Oke, ini sudah sebulan yang lalu dan banyak waktu yang yang tidak sinkron di sini. Ya, lagi-lagi karena aku menunda. Hmm, semoga kebiasaan buruk ini segera menghilang. Okay, semangat! :D

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Cari di sini